Tuesday, February 10, 2009

SJJK (2)

Any new development of this new Excelcomindo's submarine cable ? It rumors that the project has already started in December last year (2008) ... Anybody could confirm this ?


XL is currently the third largest operator, which owns the third largest long distance transmission infrastructure (mainly optical transmission cable). I've mentioned about this in several posts previously. As a complement to those, recently some media quoted XL press release regarding their infrastructure in Bangka Belitung (Babel):
  • Jakarta (Pademangan) - Mentigi (Belitung) --> 350 km
  • Belitung - Bangka --> 310 km
  • Bangka - Jambi --> 376 km
  • Jambi - Batam --> 296 km
*Update* Source Bisnis.com 25/11/2008 | thanks to Meneer
  • CAPEX : USD 31 mn
  • Link Jawa-Sumatera, East Java (Surabaya) - Kalimantan (Banjarmasin)
  • Length : 550 km
  • 4 tender participants; 6 invited; awarded to ASN
  • Capacity : 12 FP, 10 Tbps design
  • "Saat ini rute cincin kabel optik XL untuk Jawa-Sumatra di antaranya berada di titik-titik Ancol-Sungai Liat (Bangka Belitung) dan Anyer-Kalianda (Lampung)"
However, I don't find any official project release from international sources ??!

1 comment:

Tutut Dwitoto said...

Alcatel raih US$31 juta dari proyek kabel XL

-- Bisnis Indonesia - Tuesday, 25 November 2008--

JAKARTA: PT Excelcomindo Pratama Tbk menunjuk Alcatel Lucent untuk mengerjakan tiga segmen proyek kabel optik bawah laut senilai US$31 juta. Proyek itu dimanfaatkan operator tersebut untuk back-up rotasi dan rute cincin optik antarpulau baru.

Hermansyah, Vice President Network Development PT Excelcomindo Pratama Tbk, menuturkan proyek tersebut mencakup tiga segmen penggelaran jaringan kabel bawah laut, yaitu satu segmen untuk Jawa-Sumatra dan dua lainnya dari Jawa bagian Timur-Kalimantan sepanjang 550 km.

"Dari enam vendor, hanya empat yang mengajukan proposal dalam tender ini. Alcatel kami nilai paling siap untuk proyek senilai US$31 juta ini," ujarnya di sela-sela kunjungan ke kapal kabel Alcatel-Lucent, Ile de Re, kemarin.

Menurut Hermansyah, kabel optik tersebut akan digunakan XL sebagai cincin rotasi cadangan (back-up rotation), sehingga jaringan semakin andal dan koneksi di Sumatra tidak terputus. Adapun untuk sambungan kabel optik dari Surabaya (Jawa)-Banjarmasin (Kalimantan) akan digunakan untuk trafik jaringan global system for mobile communication (GSM) baik data maupun suara dengan kapasitas lebih besar.

Saat ini rute cincin kabel optik XL untuk Jawa-Sumatra di antaranya berada di titik-titik Ancol-Sungai Liat (Bangka Belitung) dan Anyer-Kalianda (Lampung).

Mario Querner, Managing Director Alcatel Lucent Indonesia, mengatakan kualitas kabel dan keahlian penanaman kabel bawah laut menjadi pertimbangan penting operator. "Ini pertimbangan penting dan posisi kami ada dalam tahap yang lebih lanjut," ujarnya.

Menurut Querner, sebagai rekanan pembangun jaringan inti bawah laut, pihaknya akan menyediakan solusi andal. Sebagai contoh self locking vault untuk ketahanan yang tinggi terhadap tekanan serta jaminan ketersediaan jaringan. Instalasi juga didukung pengalaman dan peralatan mutakhir yang terdapat pada kapal kabel tersebut.

Di samping itu, kabel optik dedicated submarne link extender seri 1621 SLE tersebut menggunakan teknologi amplifikasi yang memungkinkan jaminan kapasitas tinggi dari jaringan XL.

Kapasitas 10 Tbps

Proyek yang akan dimulai pekan ini dan berakhir pada awal Januari 2009 tersebut akan menanam kabel dengan 24 inti yang mampu membawa kapasitas 10 terrabit per second (Tbps).

Dengan kemampuan itu pula, XL yang telah menjaring lebih dari 25 juta pelanggan akan dapat menyediakan layanan konvergen yaitu Internet pita lebar (broadband), video on demand serta telepon.

Jaringan bawah laut mampu mengantarkan data optikal dalam jumlah besar dengan konsumsi energi dalam jumlah yang wajar sehinga dinilai layak untuk mendukung aplikasi-aplikasi baru. Alcatel-Lucent yang kini memiliki enam armada kapal kabel optik di dunia mengklaim telah memiliki pengalaman lebih dari 150 tahun dalam bisnis bawah laut.

Menurut Hermansyah, proyek itu akan melengkapi jaringan XL lainnya termasuk jaringan terrestrial yang didukung oleh 15.300 base transceiver station (BTS) baik untuk 2G maupun 3G yang mampu menjangkau 90% penduduk secara nasional.

Querner optimistis XL akan melanjutkan investasinya dengan lebih banyak layanan terutama dalam layanan data pada masa mendatang.

XL baru-baru ini telah menandatangani perjanjian pinjaman sindikasi senilai US$140 juta yang berjangka waktu 3 tahun dengan empat bank yaitu DBS Bank Ltd, Economic Development Canada, The Bank of Tokyo-Mitsubishi, dan Chinatrust Commercial Bank Ltd untuk membiayai kebutuhan belanja modal, kebutuhan modal kerja, serta kebutuhan lainnya.

Operator tersebut mengklaim sebagai salah satu dari sangat sedikit perusahaan di Indonesia yang berhasil mendapatkan pinjaman dalam dolar AS dari luar negeri. Berbekal pinjaman itu, XL diperkirakan akan mampu melanjutkan investasinya di tengah krisis dan menangkap potensi pertumbuhan bisnis pada tahun depan. (roni.yunianto@bisnis.co.id)

Oleh Roni Yunianto

Soft-Brain is now Harewos.Telecom !

Please visit my new 'home' : Harewos.Telecom

Google It!

Creative Commons License. August 2008