Tuesday, November 11, 2008

Excelcomindo's New Cable : SJJK

I don't have so much information about this issue except a few things below. If I look at the statistics of my blog, I know that some of you might eventually have more information than I :-D . So why don't you share some "public domain" information ? (okay, the magic word - please!)
  • Owner : XL (Excelcomindo Pratama)
  • Main contractor/supplier : Alcatel Lucent Submarine
  • Subcontractors : EGS Asia, Engkatama Indonesia, more ?
  • CAPEX : approx. USD 120 mn ?? (if it's true, the length of the system shall be > 1,000 km)
  • Project name : SJJK - guess S = Sumatera, J = Java, J = ?, K=Kalimantan
  • Capacity : ??
Previously, it rumours that XL will deploy Dumai - Batam cable. Is it a part of this SJJK ??

2 comments:

Tutut Dwitoto said...

but seem XL will use/buy capacity from Moratel cable (MIC-1) from Batam to Singapore rather than build a new cable. And then use XL's backhaul from Batam to Jakarta. It's for diversity for the Batam Rengit Cable System (BRCS) that not directly goes to Singapore.

Tutut Dwitoto said...

Selasa, 25/11/2008 00:15 WIB

Alcatel raih US$31 juta dari proyek kabel XL

JAKARTA: PT Excelcomindo Pratama Tbk menunjuk Alcatel Lucent untuk mengerjakan tiga segmen proyek kabel optik bawah laut senilai US$31 juta. Proyek itu dimanfaatkan operator tersebut untuk back-up rotasi dan rute cincin optik antarpulau baru.
Hermansyah, Vice President Network Development PT Excelcomindo Pratama Tbk, menuturkan proyek tersebut mencakup tiga segmen penggelaran jaringan kabel bawah laut, yaitu satu segmen untuk Jawa-Sumatra dan dua lainnya dari Jawa bagian Timur-Kalimantan sepanjang 550 km.
"Dari enam vendor, hanya empat yang mengajukan proposal dalam tender ini. Alcatel kami nilai paling siap untuk proyek senilai US$31 juta ini," ujarnya di sela-sela kunjungan ke kapal kabel Alcatel-Lucent, Ile de Re, kemarin.
Menurut Hermansyah, kabel optik tersebut akan digunakan XL sebagai cincin rotasi cadangan (back-up rotation), sehingga jaringan semakin andal dan koneksi di Sumatra tidak terputus. Adapun untuk sambungan kabel optik dari Surabaya (Jawa)-Banjarmasin (Kalimantan) akan digunakan untuk trafik jaringan global system for mobile communication (GSM) baik data maupun suara dengan kapasitas lebih besar.
Saat ini rute cincin kabel optik XL untuk Jawa-Sumatra di antaranya berada di titik-titik Ancol-Sungai Liat (Bangka Belitung) dan Anyer-Kalianda (Lampung).
Mario Querner, Managing Director Alcatel Lucent Indonesia, mengatakan kualitas kabel dan keahlian penanaman kabel bawah laut menjadi pertimbangan penting operator. "Ini pertimbangan penting dan posisi kami ada dalam tahap yang lebih lanjut," ujarnya.
Menurut Querner, sebagai rekanan pembangun jaringan inti bawah laut, pihaknya akan menyediakan solusi andal. Sebagai contoh self locking vault untuk ketahanan yang tinggi terhadap tekanan serta jaminan ketersediaan jaringan. Instalasi juga didukung pengalaman dan peralatan mutakhir yang terdapat pada kapal kabel tersebut.
Di samping itu, kabel optik dedicated submarne link extender seri 1621 SLE tersebut menggunakan teknologi amplifikasi yang memungkinkan jaminan kapasitas tinggi dari jaringan XL.

Kapasitas 10 Tbps
Proyek yang akan dimulai pekan ini dan berakhir pada awal Januari 2009 tersebut akan menanam kabel dengan 24 inti yang mampu membawa kapasitas 10 terrabit per second (Tbps).
Dengan kemampuan itu pula, XL yang telah menjaring lebih dari 25 juta pelanggan akan dapat menyediakan layanan konvergen yaitu Internet pita lebar (broadband), video on demand serta telepon.
Jaringan bawah laut mampu mengantarkan data optikal dalam jumlah besar dengan konsumsi energi dalam jumlah yang wajar sehinga dinilai layak untuk mendukung aplikasi-aplikasi baru. Alcatel-Lucent yang kini memiliki enam armada kapal kabel optik di dunia mengklaim telah memiliki pengalaman lebih dari 150 tahun dalam bisnis bawah laut.
Menurut Hermansyah, proyek itu akan melengkapi jaringan XL lainnya termasuk jaringan terrestrial yang didukung oleh 15.300 base transceiver station (BTS) baik untuk 2G maupun 3G yang mampu menjangkau 90% penduduk secara nasional.
Querner optimistis XL akan melanjutkan investasinya dengan lebih banyak layanan terutama dalam layanan data pada masa mendatang.
XL baru-baru ini telah menandatangani perjanjian pinjaman sindikasi senilai US$140 juta yang berjangka waktu 3 tahun dengan empat bank yaitu DBS Bank Ltd, Economic Development Canada, The Bank of Tokyo-Mitsubishi, dan Chinatrust Commercial Bank Ltd untuk membiayai kebutuhan belanja modal, kebutuhan modal kerja, serta kebutuhan lainnya.
Operator tersebut mengklaim sebagai salah satu dari sangat sedikit perusahaan di Indonesia yang berhasil mendapatkan pinjaman dalam dolar AS dari luar negeri. Berbekal pinjaman itu, XL diperkirakan akan mampu melanjutkan investasinya di tengah krisis dan menangkap potensi pertumbuhan bisnis pada tahun depan. (roni.yunianto@bisnis.co.id)

Oleh Roni Yunianto

Bisnis Indonesia bisnis.com
URL : http://web.bisnis.com/edisi-cetak/edisi-harian/teknologi-informasi/1id89841.html
© Copyright 1996-2008 PT Jurnalindo Aksara Grafika

Soft-Brain is now Harewos.Telecom !

Please visit my new 'home' : Harewos.Telecom

Google It!

Creative Commons License. August 2008